artikel orientasi pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir, bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah. Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanaha watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran.
Berdasarkan undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Tujuan pendidikan pada hakikatnya adalah memanusiakan manusia,atau mengantarkan peserta didik untuk dapat menemukan jati dirinya. Dimana maksud memanusiakan manusia yaitu memposisikan diri sesuai dengan proporsi dan hakikat kemanusiaannya,serta bisa menemukan siapa dirinya dan mengapa dia ada didunia ini dan harus kemana nantinya.
VISI
Terwujudnya generasi muda yang beriman dan bertaqwa (IMTAQ),cerdas,dan berteknologi
MISI
Dan Misi yang harus dilaksanakan untuk mencapai visi tersebut di atas adalah:
Melaksanakan pembelajaran islam sesuai dengan tuntunan dan membimbing peserta didik untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Mendorong dan membantu setiap peserta didik untuk menggali potensi dirinya sehingga dapat berkembang secara optimal.
Mengajarkan dan membimbing peserta didik untuk mengetahuai serta menggunakan teknologi dengan baik.
Bagaimana seharusnya sikap guru terhadap peserta didik ?
Guru adalah seseorang yang memiliki tugas sebagai fasilitator agar peserta didiknya dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuan secara optimal melalui lembaga pendidikan sekolah. Guru juga merupakan kompenen utama dalam dunia pendidikan dengan adanya guru maka terciptalah manusia-manusia yang berpendidikan yang diharapkan dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju. Dan untuk mewujudkan semua itu seorang guru harus memilika sikap yang baik,karena sikap seorang guru akan menjadi sorotan bagi peserta didiknya baik itu pada saat proses belajar mengajar berlangsung, dilingkungan sekolah, maupun diluar lingkungan sekolah. Seorang guru harus menjadi panutan bagi peserta didiknya.
Sikap dan perilaku guru yang profesional adalah mampu menjadi teladan bagi para peserta didik, mampu mengembangkan kompetensi dalam dirinya, dan mampu mengembangkan potensi para peserta didik. Sikap dan perilaku guru yang profesional mencakup enam belas pilar dalam pembangun karakter. Keenam belas pilar tersebut, yakni kasih sayang, penghargaan, pemberian ruang untuk mengembangkan diri, kepercayaan, kerjasama, saling berbagi, saling memotivasi, saling mendengarkan, saling berinteraksi secara positif, saling menanamkan nilai-nilai moral, saling mengingatkan dengan ketulusan hati, saling menularkan antusiasme, saling menggali potensi diri, saling mengajari dengan kerendahan hati, saling menginsiprasi, saling menghormati perbedaan. Ini sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru yang nantinya dapat menunjang tugasnya, serta akan lebih disayangi, dihargai bahkan dihormati oleh para peserta didiknya.
Apa yang tepat untuk diajarkan?
Yang tepat untuk diajarkan pada peserta didik adalah seperangkat pembelajaran yang telah disusun bersama oleh satuan pendidikan, diman perangkat pembelajaran tersebut berisi nilai-nilai religius sehingga peserta didik nantinya dalam menjalani kehidupan ini sesuai dengan kodratnya dan tuntunan syariat islam. Selain nilai-nilai religius peserta didik juga harus diajarkan pelajaran dasar seperti baca tulis dan berhitung, bagaiman cara melakukan soaialisasi dengan masyarakat sekitar, keterampilan, kemandirian. Selain itu perangkat pembalajaran tersebut nantinya mampu mengubah tigah ranah dari peserta didik yaitu psikomotorik, afektif dan kognitif.
Pengajaran yang harus diajarkan kepada peserta didik harus mengantarkan peserta didik kearah kedewasaannya baik secara jasmani maupun rohani. Agar peserta dididik memiliki kemandirian dan mental yang kuat. Ini merupakan suatu tanggung jawab besar bagi seorang guru, karena guru bukan hanya sekedar mengajar (transfer of knowledge) tetapi guru juga sebagai pendidik (transfer of values) dan sekaligus pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun peserta didiknya dalam belajar.
Untuk apa diajarkan ?
Tujuan diajarkannya agar peserta didik memiliki pengetahuan dasar, bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat disekitarnnya, mampu mengembangkan keterampilan yang dimilikinya ataupun potensi yang masing-masing dimiliki peserta didik, Agar nantinya peserta didik mampu mengahadapi tantangan global kedepannya oleh karena itu sebelumnya peserta didik juga harus dibekali dan ditanamkan pada mereka nilai-nilai religius, serta pendidikan yang memadai. Dengan demikian peserta didik dalam menjalani kehidupan nantinya mampu memilah yang mana yang baik dan yang buruk.
Bagaimana proses pendidikan seharusnya dilaksanakan?
Pendidikan merupakan upaya yang terorganisir memiliki makna bahwa pendidikan tersebut dilakukan oleh usaha sadar manusia dengan dasar dan tujuan yang jelas, ada tahapannya dan ada komitmen bersama didalam proses pendidikan itu. Berencana mengandung arti bahwa pendidikan itu direncanakan sebelumnya, dengan suatu proses perhitungan yang matang dan berbagai sistem pendukung yang disiapkan. Berlangsung kontinyu artinya pendidikan itu terus menerus sepanjang hayat, selama manusia hidup proses pendidikan itu akan tetap dibutuhkan, kecuali apabila manusia sudah mati, tidak memerlukan lagi suatu proses pendidikan.
Oleh karena itu dalam upaya membina tadi digunakan asas atau pendekatan manusiawi/humanistik serta meliputi keseluruhan aspek atau potensi anak didik serta utuh dan bulat (aspek fisik–non fisik : emosi–intelektual; kognitif–afektif psikomotor), sedangkan pendekatan humanistik adalah pendekatan dimana anak didik dihargai sebagai insan manusia yang potensial, (mempunyai kemampuan kelebihan kekurangannya dll), diperlukan dengan penuh kasih sayang hangat kekeluargaan terbuka objektif dan penuh kejujuran serta dalam suasana kebebasan tanpa ada tekanan/paksaan apapun juga. Melalui penerapan pendekatan humanistik maka pendidikan ini benar-benar akan merupakan upaya bantuan bagi anak untuk menggali dan mengembangkan potensi diri serta dunia kehidupan dari segala liku dan seginya.
Menurut Ki Hadjar Dewantara terdapat lima asas dalam pendidikan yaitu :
1. Asas kemerdekaan; Memberikan kemerdekaan kepada anak didik, tetapi bukan kebebasan yang leluasa, terbuka (semau gue), melainkan kebebasan yang dituntun oleh kodrat alam, baik dalam kehidupan individu maupun sebagai anggota masyarakat.
2. Asas kodrat Alam; Pada dasarnya manusia itu sebagai makhluk yang menjadi satu dengan kodrat alam, tidak dapat lepas dari aturan main (Sunatullah), tiap orang diberi keleluasaan, dibiarkan, dibimbing untuk berkembang secara wajar menurut kodratnya.
3. Asas kebudayaan; Berakar dari kebudayaan bangsa, namun mengikuti kebudyaan luar yang telah maju sesuai dengan jaman. Kemajuan dunia terus diikuti, namun kebudayaan sendiri tetap menjadi acauan utama (jati diri).
4. Asas kebangsaan; Membina kesatuan kebangsaan, perasaan satu dalam suka dan duka, perjuangan bangsa, dengan tetap menghargai bangsa lain, menciptakan keserasian dengan bangsa lain.
5. Asas kemanusiaan; Mendidik anak menjadi manusia yang manusiawi sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan.
Kesimpulan
Dengan demikian proses pendidikan dapat kita rumuskan sebagai proses huminisasi. dan humanisasi yang berakar pada nilai-nilai moral dan agama, yang berlangsung baik di dalam lingkungan hidup pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa, kini dan masa depan.
Untuk membentuk masyarakat Indonesia baru yaitu masyarakat madani yang diridhoi Allah swt. tentunya memerlukan paradigma baru. Paradigma lama tidak memadai lagi bahkan mungkin sudah tidak layak lagi digunakan. Suatu masyarakat yang religius dan demokratis tentunya memerlukan berbagai praksis pendidikan yang dapat menumbuhkan individu dan masyarakat yang religius dan demokratis pula. Masyarakat yang tertutup, yang sentralistik, yang mematikan inisiatif berfikir manusia dan jauh dari nilai-nilai moral dan agama Islam bukanlah merupakan pendidikan yang kita inginkan. Pada dasarnya paradigma pendidikan nasional yang baru harus dapat mengembangkan tingkah laku yang menjawab tantangan internal dan global dengan tetap memiliki keyakinan yang kuat terhadap Allah dan Syariatnya. Paradigma tersebut haruslah mengarah kepada lahirnya suatu bangsa Indonesia yang bersatu, demokratis dan religius yang sesuai dengan kehendaknya sebagai wujud nyata fungsi kekhalifahan manusia dimuka bumi. Oleh sebab itu, penyelenggaraan pendidikan yang sentralistik dan sekurelistik baik didalam manajemen maupun didalam penyusunan kurikulum yang kering dari nilai-nilai moral dan agama harus diubah dan disesuaikan kepada tuntutan pendidikan yang demokratis dan religius. Demikian pula di dalam menghadapi kehidupan global yang kompetitif dan inovatif, maka proses pendidikan haruslah mampu mengembangkan kemampuan untuk berkompetensi didalam kerja sama, mengembangkan sikap inovatif dan ingin selalu meningkatkan kualitas. Demikian pula paradigma pendidikan baru bukanlah mematikan kebhinekaan malahan mengembangkan kebhinekaan menuju kepada terciptanya suatu masyarakat Indonesia yang bersatu di atas kekayaan kebhinekaan mayarakat dan bangsa Indonesia.

Sumber
Saradiman A.M ,Interaksi dan motifasi belajar mengajar , jakarta : PT raja grafindo persada,2003
Edukasi.kompasiana.com/2013/01/14/sikap-dan-perilaku-guru-yang-profesional-52
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/11/08/hakikat-pendidikan/

Tugas filsafat pendidikan

(Artikel Orientasi Pendidikan)

Oleh :
Nama : Nadirah
Nim : 1001011371
R/S : 1 (satu)/ 6 (enam)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH SINJAI
T.A 2012-2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s