SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLSM

MAKALAH INI DIPERSENTASEKAN

Oleh : Ismail Hasan, S.Pd.I, M.Pd

246466_3355877782341_983100785_n

PADA  MAHASISWA SEMESTER ENAM, DI KAMPUS TERCINTA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH SINJAI

dan ucapan terimakasi kami atas bimbingannya baik dalam proses perkuliahan maupun diluar proses perkuliahan….

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN

Oleh : Ismail Hasan, S.Pd.I, M.Pd

 

  1. A.      Pendahuluan

Pemikiran sistem pada saat ini telah digunakan oleh berbagai kalangan secara luas. Hal ini antara lain didorong oleh kesadaran bahwa setiap gejala atau fenomena di bidang tertentu hampir tidak dapat dipisahkan dengan bidang yang lain. Dalam peristiwa sosial, peraturan antarbidang itudemikian eratnya, sehingga kita kadang-kadang sulit untuk menemukan pokok pangkal dari masalah (akar masalah). Sebagai contoh adalah “pertikaian antarkelompok masyarakat” yang terjadi di Ambon, Poso, dan Palu; walaupun yang muncul ke permukaan adalah gangguan masalah keamanan, tetapi masalah sebenarnya yang menjadi penyebab (akar masalah) perlu dicari yaitu apakah: kelompok, suku, etnis, ataukah agama. Disinilah perlunya melihat masalah sebagai satu kesatuan, bukan bagian-bagian yang terpisah. Cara pandang semacam ini merupakan cikal bakal dari cara pandang sistem.

Pemikiran atas dasar sistem, pada awalnya dipergunakan dalam lingkungan ilmu alam (natural sciences), khususnya pada bidang biologi yang diintodusir/diperkenalkan oleh Von Bertalanffy pada sekitar tahun 1932 (Bertalanffly, 1975: 10-17 dan 30-36). Selanjutnya pada pertemuan tahunan The American Association for the Advancement of Science (AAAS) tahun 1954, dibentuk sebuah perkumpulan dibawah pimpinan: Ludwig Von Bertalanffy (ahli Biologi), Kenneth Boulding (ahli Ekonomi), Anatol Rapoport (Bio-matematikus), dan Ralph Gerard (Fisiolog). Perkumpulan tersebut oleh mereka dinamakan The Society for General Systems Theory; yang kemudian dinamakan The Sosiety for General Systems Research.[1]

General Systems Theory adalah fenomena pertumbuhan dan evolusi. Sebagai sebuah disiplin yang relative baru, General Systems Theory berupaya untuk mencakup sifat-sifat konseptual dari berbagai disiplin. Sifat-sifat pokok dari General Systems Theory adalah (1) ia merupakan pendekatan umum; (2) bersifat interdisipliner; dan (3) masih berada pada tahapan deskriptif.

Adapun ciri-ciri dari General Systems Theory adalah : (1) interdependensi/saling ketergantungan, (2) Holism/satu kesatuan yang utuh, (3) mencari tujuan/Goal seeking, (4) Adanya Input-Proses-Output, (5) Adanya kemungkinan enropi/penurunan atau pengurangan sumber daya karena diperlukan untuk melakukan proses, (6) Adanya unsur regulasi/pengaturan, (7) Kegiatan transformasi/perubahan, (8) Adanya hierarki/tingkatan, (9) Munculnya gejala diferensiasi, dan (10) adanya unsur equifinality/kesamaan pencapaian hasil akhir.[2]

  1. B.       Pengertian Judul

Definisi sangatlah penting. Ibnu Sina pernah berkomentar: “Tanpa definisi, kita tidak akan pernah bisa sampai pada konsep.”

  1. 1.    Sistem
    1. Von Bertalanffy mengemukakan bahwa sistem adalah “Set of elements standing in interrelation” (rangkaian-rangkaian terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan).[3]
    2. Buyung mengemukakan bahwa sesuatu dapat disebut sebagai sistem apabila memenuhi criteria berikut:

(1)      Terdiri dari unsur, elemen atau bagian, (2) elemen-elemen, unsur-unsur atau bagian-bagain itu satu sama lain jalin-menjalin;pengaruh-mempengaruhi;terjadi interaksi dan interpendensi, (3) keseluruhannya terpadu menjadi kesatuan yang utuh, suatu totalitas, (4) kesatuan itu mempunyai tujuan, fungsi atau output tertentu.[4]

  1. Menurut Rusadi sistem adalah kesatuan (unity) yang terdiri dari bagian-bagian (parts, components, elements, secondary-systems, subsystems) yang secara fungsional terkait satu sama lain dalam ikatan super-ordinatnya yang menunjukkan suatu gerak dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
  2. Schoderbek memberikan defenisi sistem sebagai (1) satu rangkaian, (2) dari objek-objek, (3) bersama-sama saling berhubungan, (3) antara objek-objek dan atara atribut-atribut mereka, (5) yang berkaitan atau satu sama lain dan lingkungan mereka, (6) selanjutnya membentuk satu keseluruhan.[5]

Jenis sistem secara umum terdiri dari sistem terbuka dan sistem tertutup (open-loop dan closed-loop system). Sistem terbuka adalah sistem yang tidak memiliki sasaran, pengendalian mekanis, dan umpan balik. Sedangkan sistem tertutup yaitu sistem yang memiliki sasaran, pengendalian mekanis, dan umpan balik (Raymond McLeod, Jr, 2001).

INPUT

PROCESS/

TRANSFORMATION

OUTPUT

Gambar 1 Open-Loop System

INPUT

TRANSFORMATION

OUTPUT

OBJECTIVES

CONTROL

MECHANISM

FEEDBACK LOOP

Gambar 2 Closed-Loop System

Sumber : Raymond McLeod Jr., 2001; p:8

  1. 2.    Informasi
    1. Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi penerima dan memiliki nilai nyata yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan saat ini maupun saat mendatang (Gordon B. Davis, 1995).[6]
    2. Budi Sutedjo mengemukakan bahwa informasi merupakan pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada.[7]
  1. 3.    Manajemen
    1. Secara umum dikatakan bahwa manajemen merupakan proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya (George R. Terry, 1977).[8]
    2. Defenisi lain menyatakan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan, pengorgnisasian, kepemimpinan, dan pengawasan antaranggota organisasi dengan menggunakan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner AF, 1998).[9]
  1. 4.    Pendidikan
    1. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefenisikan pendidikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik).
    2. UU RI No 20 Tahun 2003 Bab I Pasal I ayat (1) ; pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar  peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
    3. Crow and Crow (1960) modern educational theory and practice not only are aimed at preparation for future living but olso are operative in determining the patern of present, day by day attitude and behavior.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka pendidikan memiliki ciri-ciri dan pokok-pokok penting sebagai berikut:

  • Pendidikan adalah proses pembelajaran.
  • Pendidikan adalah proses sosial.
  • Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.
  • Pendidikan berusaha mengubah atau mengembangkan kemampuan, sikap, dan perilaku positif.
  • Pendidikan merupakan perbuatan atau kegiatan sadar.
  • Pendidikan memiliki dampak pada lingkungan.
  • Pendidikan berkaitan dengan cara mendidik.
  • Pendidikan tidak berfokus pada pendidikan formal.

INPUT

SUMBER

HASIL

PENDIDIKAN

PROSES

PENDIDIKAN

  1. Tujuan dan prioritas
  2. Siswa/peserta didik
  3. Manajemen
  4. Struktur dan jadwal
  5. Isi
  6. Guru/pendidik
  7. Alat bantu belajar
  8. Fasilitas
  9. Teknologi
  10. Pengawasan mutu
  11. Penelitian
  12. Biaya

Gambar 3.

Diagram Komponen Pokok Sistem Pendidikan

Pengetahuan

Nilai

Tujuan yang ada

Kedudukan dan ketersedianya tenaga kerja

Factor ekonomi

Tujuan

Isi

Siswa

Pengajar

Pembiayaan

Sarana

Fisik

 

INDIVIDU

Isi

LEBIH MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN

Sebagai individu, pekerja, pemimpin, warga masyarakat, penyumbang.

KARENA PENDIDIKAN MENGEMBANGKAN

Pengetahuan, keterampilan, nilai sikap, motif, kreativitas, apresiasi budaya, tanggung jawab, penghayatan terhadap dunia modern.

Gambar 4.

Interaksi antara Sistem Pendidikan dan Lingkungan

Dengan demikian, setelah membahas mengenai sistem informasi manajemen pendidikan secara parsial, kemudian akan dikemukakan beberapa sistem informasi manajemen secara umum.

  1. Gordon B. Davis, 1995 bahwa sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
  2. Robert W. Holmes, 1922, SIM adalah sistem yang dirancang untuk menyajikan informasi pilihan yang berorientasi kepada keputusan yang diperlukan oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan menilai aktivitas organisasi yang dirancang dalam kerangka kerja yang menitikberatkan pada perencanaan keuntungan, perencanaan penampilan, dan pengawasan semua pengendalian.
  3. Robert G. Murdick, 1995, SIM adalah proses komunikasi dimana input direkam, disimpan, dan diambil kembali untuk menyajikan keputusan yang berbentuk output mengenai perencanan, pengoperasian, dan pengendalian.
  4. Jadi, pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengelolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.
  5. Atau dapat diartikan suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen  (perencanaan, penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian) dalam lembaga pendidikan.
  1. C.      DATA >> INFORMASI >> PENGETAHUAN

Ada banyak teknologi yang mendukung SIM baik secara online atau offline. Tapi dasar dari aplikasi yang digunakan pada Sistiem Informasi Manajemen adalah aplikasi databese. Sistem harus mampu mengolah data yang dikumpulkan pada database menjadi sebuah produk informasi yang dibutuhkan penggunanya. Sistim ini juga harus bisa membagi informasi yang diproduksinya menjadi beberapa tingkatan, sehingga setiap tingkatan hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Pada sebuah Instansi, manajemen selalu terlibat dalam serangkaian proses manajerial, yang pada intinya berkisar pada penentuan: tujuan dan sasaran, perumusan strategi, perencanaan, penentuan program kerja, pengorganisasian, penggerakan sumber daya manusia, pemantauan kegiatan operasional, pengawasan, penilaian, serta penciptaan dan penggunaan sistem umpan balik. Masing-masing tahap dalam proses tersebut pasti memerlukan berbagai jenis informasi dalam pelaksanaannya.

  1. 1.         Penentuan Tujuan dan Sasaran

Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suatu organisasi dibentuk dan dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam rangka penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka dibutuhkan informasi-informasi yang dapat memberikan gambaran kasar atau global tentang kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi, baik secara internal organisasi itu sendiri maupun pada lingkungan di mana organisasi bergerak. Informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut secara eksternal dapat mencakup bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, serta arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara internal informasi yang diperlukan adalah tentang produk yang akan dihasilkan dikaitkan dengan kemampuan organisasi dalam penyediaan dan penguasaan berbagai sarana, prasarana, dana dan sumber daya manusia.

  1. 2.         Perumusan Strategi

Keseluruhan upaya pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi memerlukan strategi yang mantap dan jelas. Salah sat instrumen ilmiah yanng umum digunakan dalam penentuan strategi organisasi ialah analisis SWOT, yaitu Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman). Agar analisis SWOT benar-benar ampuh sebagai instrumen pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi, diperlukan informasi menngenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi oleh organisasi tersebut.

  1. 3.         Perencanaan

Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui penelenggaraan fungsi perencanaan. Karena perencanaan merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi, perlu diketahui secepat mungkin berbagai resiko dan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan pelaksanaan tujuan dan strategi organisasi. Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan adalah 5 W 1 H, yaitu what (apa), when (kapan), where (di mana), who (siapa), why (mengapa), dan how (bagaimana).

  1. 4.         PenyusunanProgram Kerja

Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis dari rencana kerja jangka waktu menengah. Keenam pertanyaan di atas harus terjawab dalam penyusunan program kerja dimana ia harus bersifat kuantitatif, menyatakan secara jela dan konkrit hasil yang diharapkan, standar kinerja jelas, mutu hasil pekerjaan ditetapkan secara pasti, dan program kerja disusun sedemikian rincinya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan operasional.

  1. 5.         Pengorganisasian

Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang terikat secara formal dan hierarkis serta bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi dapat menjadi wadah dimana sekelompok orang bergabung dan menempati wilayah-wilayah tertentu untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Organisasi dapat pula menjadi tempat berinteraksi antar anggota organisasi tersebut maupun dengan anggota organisasi lainnya. Tolok ukur keberhasilan suatu organisasi tidak dilihat secara inkremental dari apa yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja melainkan dari sudut pandang yang bersifat holistik dalam arti keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawab fungsional satuan kerja tertentu memerlukan interaksi, interdependensi dan interrelasi dengan semua satuan kerja lainnya. Tentunya proses seperti ini memerlukan suatu sistem informasi yang baik.

  1. 6.         Penggerakan SDM

Penggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi yang teramat penting dalam manajemen sekaligus paling sulit.Penggerakan SDM yang tepat dan efektif memerlukan informasi yang handal. Misalnya, informasi tentang klasifikasi jabatan, informasi tentang uraian dan analisis pekerjaan,informasi tentang standar mutu yang diterapkan dalam manajemen, dan berbagai informasi lainnya yang memungkinkan satuan kerja yang mengelola SDM dalam organisasi menyelenggarakan berbagai fungsinya dengan baik.

  1. 7.         Penyelenggaraan Kegiatan Operasional

Penyelenggaraan kegiatan operasional merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses manajerial dan bahkan merupakan tes apakah sebuah organisasi berjalan di atas rel yang benar atau tidak. Hal ini dikarenakan manajemen bersifat situasional dimana penerapan prinsip-prinsip manajemen harus diterapkan secara universal dengan memperhitungkan faktor situasi, kondisi, ruang dan waktu.Manajemen juga berorientasi pada hasil optimal dari segi produk, efisiensi dan efektivitas kerja. Sehingga penyelenggaraan kegiatan operasional yang baik dan tepat hanya akan terwujud bila didukung dengan berbagai informasi yang tepat pula.

  1. 8.         Pengawasan

Pengawasan diperlukan atas pertimbangan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional memungkinkan terjadi kesalahan yang berarti dapat berakibat pada tidak terwujudnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang diharapkan. Oleh karena itu, kegiatan pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang penyelenggaraan berbagai kegiatan operasionalyang sedang terjadi.

  1. 9.         Penilaian

Seperti halnya dalam pengawasan, informasi dalam proses penilaian juga sangat dibutuhkan. Informasi ini dapat diperoleh melalau berbagai wawancara, penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial, dan teknik-teknik lainnya yang dipandang perlu dan tepat digunakan.

  1. 10.     Sistem Umpan Balik

Semua informasi yang diperoleh terutama dari hasil penilaian diumpanbalikkan kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan manajerial organisasi, termasuk kepada para pemodal, pemilik saham, manajemen puncak, para pimpinan satuan usaha, dan lainnya. Hal ini penting dilakukan supaya manajerial organisasi yang bersangkutan tetap menghasilkan efektivitas, efisiensi serta produktivitas yang tinggi sehingga tujuan awal organisasi dapat terwujud secara maksimal.

Penjelasan di atas membuktikan bahwa informasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu organisasi. Untuk membangun informasi yang handal dibutuhkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang mampu menampung dan mengolah data serta menghasilkan informasi yang tepat dan akurat setiap saat. Tanpa dukungan SIM yang tangguh, maka akan sulit organisasi yang baik akan terwujud, karena SIM menolong lembaga-lembaga bidang apapun dalam mengintegrasikan data, mempercepat dan mensistematisasikan pengolahan data, meningkatkan kualitas informasi, mendorong terciptanya layanan-layanan baru, meningkatkan kontrol, mengtomatisasikan sebagian pekerjaan rutin, menyederhanakan alur registrasi atau proses keuangan, dan lain sebagainya.

                           

 

  1. D.      Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
    1. 1.    Lingkungan Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan itu sendiri. Kedua domain ini memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi dalam membentuk karakteristik dunia pendidikan tersebut. Kita dapat melihat pada gambar berikut:

Pengguna Jasa

Pendidikan

Masyarakat

Pesaing

Pemerintah

Penelitian &

Pengembangan

Teknologi

Pengetahuan

EKSTERNAL

INTERNAL

LEMBAGA PENDIDIKAN

SISTEM INFORMASI

Sumber

Daya

Struktur

Manusia

Proses

Software

Infrastruktur

Hardware

Aplikasi

Gambar 5

Kuadran Lembaga Pendidikan dan Sistem Informasi

Pada Ranah Internal dan Eksternal

  1. 2.    Sistem Informasi Fungsional Manajemen Pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6.

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

  1. 1.    Sistem Informasi Manajemen Keuangan

Sistem Informasi Akutansi

Subsistem Pemeriksaan Internal

Subsistem Penyelidikan Keuangan

Subsistem Ramalan Keuangan

Subsistem Pembiayaan

Subsistem Pengendalian

PENGGUNA JASA

Subsistem

Input

Subsistem

Output

INFORMASI

Sumber internal

Sumber Lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7.

Sistem Informasi Keuangan Jasa Pendidikan

 

  1. 2.    Sistem Informasi Manajemen Operasi dalam Pendidikan

 

INPUT

Kurikulum

Tenaga Kependidikan

Perlengkapan

Siswa/Mahasiswa

Guru/Dosen

Buku Ajar

PROSES

TRANSFORMASI

Manajemen

Operasi

 

OUTPUT

Lulusan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8.

Proses Transformasi Jasa Pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistem Informasi Akutansi

Subsistem Infrastruktur Jasa

Subsistem Penyelidikan Operasi

Subsistem Operasi

Subsistem Kualitas Layanan

Subsistem Biaya

PENGGUNA JASA

Subsistem

Input

Subsistem

Output

INFORMASI

Sumber internal

Sumber Lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9.

Model Sistem Informasi Operasi Jasa Pendidikan

 

 

 

 

  1. 3.    Sistem Informasi Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

PENGGUNA JASA

Subsistem

Input

Subsistem

Output

INFORMASI

Sistem Informasi Akutansi

Subsistem Riset Pemasaran

Subsistem Penyelidikan Pemasaran

Sumber internal

Sumber Lingkungan

Kinerja Pendidikan

Tempat & Waktu Belajar

Promosi & Edukasi

Biaya Pendidikan

Produktivitas & Kualitas

Manusia/ Penyaji Jasa

Proses Jasa Pendidikan

Keamanan & Kenyamanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10.

Model Sistem Informasi Pemasaran Jasa Pendidikan

  1. 4.    Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia

PENGGUNA JASA

Subsistem

Input

Subsistem

Output

INFORMASI

Perencanaan SDM

Rekrutmen SDM

Penempatan SDM

Pengembangan SDM

Sistem Kompensasi

Program Pemberhentian

Sistem Informasi Akutansi

Subsistem Penelitian SDM

Subsistem Penyelidikan SDM

Sumber internal

Sumber Lingkungan

 

Gambar 10.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Pendidikan

MANAJEMEN

OPERASI

MANAJEMEN

PEMASARAN

MANAJEMEN

SDM

 

KONSUMEN

Dari uraian keempat sistem informasi fungsional manajemen pendidikan, menurut Lovelock (2003) tiga fungsi manajemen merupakan peran sertal dalam melayani konsumen (pengguna jasa pendidikan). Ketiga fungsi sentral manajemen tersebut dimainkan oleh manajemen operasi, manajemen SDM, dan manajemenpemasaran karena fungsi manajemen tersebut langsung berhadapat dengan pengguna jasa pendidikan (konsumen).

Gambar 10.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Pendidikan


[1] Nasuka, Teori Sistem; Sebagai Salah Satu Alternatif Pendekatan dalam Ilmu-ilmu Agama Islam, (Jakarta: Prenada Media, 2005), h. 15.

[2] Ibid., h. 16.

[3] Bertalanffy, General System Theory, (New York: George Braziller, 1975), h. 38.

[4] Buyung, Sistem Administrasi Negara Indonesia, (Jakarta: Karunika, 1986), h. 4.

[5]Schoderbek, cs, Management Systems, (Texas: Plano, 1985), h. 12-15.

[6] Lihat, Eti Rochaety, dkk., Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2005), h. 4.

[7] Ibid.,

[8] Ibid.,

[9] Ibid., h. 5

BILA AKU

foto04903.jpg

.Bila Aku…

Duhai yang menciptakan cinta…..
Jika suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku padanya mengalahkan cintaku pada-Mu
Sehingga aku menomorduakan diri-Mu di hatiku
Apalagi menomorlimakan diri-Mu
Yang mengakibatkan Engkau menjauhi diriku
Apalagi sampai melupakanku yg lemah & tak berdaya ini
Tanpa pertolongan dan cinta dari-Mu.
Apalah artinya hidup ini….

Duhai yg menganugerahkan cinta …..
Jika suatu saat aku jatuh hati
Penuhilah hatiku dengan banyaknya gemerlap bintang dilangit
Penuhilah hatiku dengan banyaknya buih di lautan
Penuhilah hatiku dgn banyaknya rintik-rintik hujan yg membasahi bumi
Dengan Rahman dan Rahim-Mu juga cinta-Mu
Agar hatiku selalu bahagia & tenang menyebut nama-Mu
Di setiap detik yg berlalu tanpa mau perduli

Duhai yg menggenggam indahnya cinta …..
Pilihkan untukku insan yang hatinya penuh dengan cinta & Rindu kepada-Mu
Agar aku semakin mengenal-Mu
Agar aku semakin mengagumi-Mu
Agar aku semakin mencintai-Mu
Agar aku semakin merindui-Mu
Dan semakin dekat dengan-Mu
Sedekat-dekatnya cinta…..
Seindah-indahnya cinta…..

Duhai yg mempersatukan cinta…..
Jatuh cintakanlah diriku
Dengan insan pilihan terbaik-Mu
Yang bisa saling mengingatkan pada kebaikan
Dan aku tidak akan komplen tentang pilhan-Mu untukku
Karena ku yakin pilihan-Mu adalah yg terbaik untukku
Dan pertemukanlah kami dalam keadaan suci dalam debu
Yang di ridhoi oleh iradat-Mu

Duhai yg menciptakan langit & bumi…..
Seandainya suatu saat aku jatuh hati
Jangan pernah Engkau palingkan wajah-Mu dariku walau hanya sesaat
Karena kesalahan dan kekhilafanku…
Oleh karena itu aku mohon dgn sangat, tegurlah aku dgn kasih sayang-Mu
Dan bimbinglah selalu aku agar selalu istiqomah berada di jalan-Mu
Hingga aku menutup mata……

Duhai yang menghadirkan cinta……
Sempat terpikir dalam hatiku
Aku tak akan menikah dgn seseorang yg kucintai
Namun aku akan menikah dgn seseorang yg mencintaiku tulus
Dan menyayangiku apa adanya berikut dgn segala kekuranganku
Karena mungkin ada benarnya juga orang bijaksana berkata
Cinta sejati itu lahir setelah akad nikah
Oleh karena itu ya tuhanku…..
Kirimkanlah aku pendamping hidup
Yang baik hati dan sederhana dalam segala hal
Yang mencintai dan menyayangiku tulus
Dan mau menerima aku apa adanya lahir & bathin
Dan sempat terpikirkan juga olehku ya Rabb….
Aku takkan membukakan hatiku
Kecuali wanita itu yang membukakannya
Terkadang ku merasa malu bila harus memilih
Karena ku tak pantas dalam memilih
Dan akupun bukanlah pilihan yg harus di pilih
Aku serahkan semuanya hanya pada-Mu…….Hanya pada-Mu
Dan aku juga mengikhlaskan segalanya yg terbaik menurut-Mu
Bukan menurut hatiku yg masih penuh dgn dosa dan noda

“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami istri dan keturunan kami sebagai kebahagiaan [bagi kami] dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. al-Furqan: 74)

” Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah!” maka terjadilah ia.”

“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”
(QS. Al-Baqarah: 201).

Amiiin….ya robbalalamin

aku adalah tulang rusukmu

foto01191.jpg

❀.♥Bismillahirrahmaanirrahim♥.❀

Kisah Mengapa Wanita Tercipta dari Tulang Rusuk Pria Seorang bijak berkata… Wanita selalu akan mengembalikan yang lebih untuk pria Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu. Jika kamu memberinya beras, ia akan menanak nasi untukmu. Jika kamu memberinya cinta, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya. Tapi jika kau memberinya hinaan, ia akan memberimu doa dalam airmata kepedihannya, dan itu berarti persiapkan dirimu untuk berjuta kemalangan! Jika kemarin kamu berdoa dan yakin bahwa dialah wanita yg sudah terpilih untukmu, maka terimalah dia bukan hanya sebagai wanita yang sempurna tetapi terimalah dia dengan cara yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik. Bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu. Ia yang mau menerima masa lalu mu dan siap merancangkan masa depannya bersamamu serta menyerahkan kehidupannya padamu. Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar. Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, cemburunya berarti dia sayang padamu, airmatanya bisa menyayat hatimu, tapi sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka merenunglah sejenak! Mengapa dalam berbagai legenda bahwa wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria, bukan dari tulang kepala karena wanita bukan untuk memimpin pria, bukan dari tulang kaki karena wanita juga bukan alas kaki pria. Wanita tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati. Dekat dengan hati karena untuk disayangi. Wanita akan terlelap dalam dekapan pria. Karena wanita tahu dari sana dia berasa

seorang muslimah

cropped-430527_120465764749257_1904221087_n.jpg
♡ Seorang Muslimah Itu..♡Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Muslimah itu ibarat bunga, cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara. Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah muslimah yang mulia akhlaknya..

Seorang Muslimah itu

Yang lembut itu fitrah tercipta, halus kulit, manis tuturnya, lentur hati… tulus wajahnya, setulus rasa membisik di jiwa, di matanya cahaya, dalamnya ada air, sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka, ceritera hidupnya.

Seorang Muslimah itu

Hatinya penuh manja, penuh cinta, sayang semuanya, cinta untuk diberi… cinta untuk dirasa… Namun manjanya bukan untuk semua, bukan lemah, atau kelemahan dunia … Dia boleh kuat, boleh menjadi tabah, boleh ampuh menyokong pahlawan-pahlawan dunia… begitu unik tercipta, lembutnya bukan lemah, tabahnya tak perlu pada jasad yang gagah

Seorang Muslimah itu

Teman yang setia, buat Adam dialah Hawa, tetap di sini… dari indahnya jannah, hatta ke medan dunia, hingga kembali mengecap nikmatNya

Seorang Muslimah itu

Boleh seteguh Khadijah, yang suci hatinya, tabah & tenang sikapnya, teman Rasul, pengubat duka & laranya… bijaksana, menyimpan ilmu, si teman bicara, dialah Ãishah, penyeri taman Rasulullah, dialah Hafsah, penyimpan mashaf pertama kalamullah..

Seorang Muslimah itu

Boleh setabah Maryam, meski dicaci meski dikeji, itu hanya cercaan manusia, namun sucinya ALLah memuji… Seperti Fatimah kudusnya, meniti hidup seadanya, puteri Rasulullah… kesayangan ayahanda, suaminya si panglima agama, di belakangnya dialah pelita, cahaya penerang segenap rumahnya, ummi tersayang cucunda Baginda… dia segagah Nailah, dengan dua tangan tegar melindung khalifah, meski akhirnya bermandi darah, meski akhirnya khalifah rebah, syahid menyahut panggilan Allah.

Seorang Muslimah itu

Perlu ada yang membela, agar mereka terdidik jiwa, agar mereka terpelihara… dengan mengenali Rabbnya, dengan cinta Rasulnya… dengan yakin Deennya, dengan teguh aqidahnya, dengan utuh cinta yang terutama, Allah jua RasulNya, dalam ketaatan penuh setia . Pemelihara maruah dirinya, agama, keluarga & ummahnya

Seorang Muslimah itu

Melenturnya perlu kasih sayang, membentuknya perlu kebijaksanaan, kesabaran dan kemaafan, keyakinan & penghargaan, tanpa jemu & tanpa bosan, memimpin tangan, menunjuk jalan

Seorang Muslimah itu

Yang hidup di alaf ini, gadis akhir zaman, era hidup perlu berdikari… dirinya terancam dek fitnah, sucinya perlu tabah, cintanya tak boleh berubah, tak boleh terpadam dek helah, dek keliru fikir jiwanya, kerna dihambur ucapkata nista, hanya kerana dunia memperdaya… kerna seorang gadis itu, yang hidup di zaman ini… perlu teguh kakinya, mantap iman mengunci jiwanya, dari lemah & kalah, dalam pertarungan yang lama… dari rebah & salah, dalam perjalanan mengenali Tuhannya, dalam perjuangan menggapai cinta, nikmat hakiki seorang hamba, dari Tuhan yang menciptakan, dari Tuhan yang mengurniakan. Seorang gadis itu, anugerah istimewa kepada dunia!

Seorang Muslimah itu

Tinggallah di dunia, sebagai mujahidah, pejuang ummah… anak ummi & ayah, muslimah yang solehah… kelak jadi ibu, membentuk anak-anak ummah, rumahnya taman ilmu, taman budi & marifatullah

Seorang Muslimah itu

Moga akan pulang, dalam cinta & dalam sayang, redha dalam keredhaan, Tuhan yang menentukan… seorang gadis itu dalam kebahagiaan! Moga Al – Rahman melindungi, merahmati dan merestui, perjalanan seorang gadis itu… menuju cintaNYA yang ABADI..Aamiin

kenapa pacaran dilarang.

KENAPA PACARAN ITU DILARANG AGAMA?

Kenapa pacaran itu tidak diperbolehkan?
Karena pacaran itu senengnya berduaan.

Kenapa memangnya kalau berduaan?
Karena Otomatis yang suka beduaan mencari tempat yang sepi.

Kenapa memangnya kalau berduaan di tempat yang sepi?
Karena orang ketiganya adalah setan.

Terus apa yang dilakukan setan?
Setan selalu menggoda melalui nafsu yang pacaran.

Terus apa resikonya kalau sudah dikuasai nafsu?
Berduaannya orang yang penuh nafsu akan dekat dengan perzinahan.

Lalu apa resiko orang yang melakukan perzinahan.
Resikonya banyak sekali dan kita sudah bisa mengira-ngira bukan?

Tapi yang pasti jika hal itu dilakukan maka ia termasuk makhluk yang hina di hadapan Tuhannya.

Makanya jauhi hal-hal yang bisa mendekatkan diri pada zina.
Karena sebagaimana Firman_Nya.Bahwa zina itu adalah perkara yang keji dan jalan yang sangat buruk.

metode demonstrasi

REVISI MAKALAH
METODOLOGO PEMBELAJARAN PAI III
(Metode Demonstrasi)

Oleh :

nadirah:1001011371

HASNIATI : 1001011364
ANITA IRFAN : 1001011512
WAHIDAH : 1001011396
MARDIANAH : 1001011387
SADDIAH : 1001011374
MARIANI : 1001011377
NURFADILLAH :1001011375

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH SINJAI
T.A 2012-2013

KATA PENGANTAR

Bismallahirrahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah swt atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga sampai saat ini kami dapat menyelesaikan tugas makalah sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.
Dalam penyusunan makalah ini tidak sedikit pun rintangan yang kami hadapi, tetapi kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Adapun judul yang kami bahas dalam makalah ini yaitu tentang “METODE DEMONSTRASI” sebagai pengembangan dari mata kuliah METODOLOGI PEMBELAJARAN PAI III.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Olehnya itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, untuk perbaikan makalah kami kedepannya. Semoga makalah ini memberi manfaat bagi kita semua.

SINJAI 01,DES,2012

Kelompok SATU

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 4
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan 4
BAB II PEMBAHASAN 5
A. Pengertian Metode Demonstrasi 5
B. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi 6
C. Kelemahan dan Kelebihan Metode Demonstrasi 7
D. Cara Mengatasi Kelemhan Metode Demonstrasi 8
BAB III PENUTUP 10
A. Kesimpulan 10
B. Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan jaman, manusia dituntut agar semakin dinamis dan peka terhadap perkembangan tersebut. Untuk meningkatkan kepekaan dan kedinamisannya, manusia mulai berpikir dan mencoba untuk membuat suatu terobosan diberbagai bidang. Sehingga pada akhirnya manusia tidak menjadi korban perubahan jaman, tetapi mampu mengendalikan perubahan tersebut untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Dan semua itu hanya dapat dilakukan jika mempunyai bekal pendidikan dan pengetahuan.
Salah satu terobosan tersebut adalah dibidang pendidikan. Agar kedepannya proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia, maka mulai muncul dan berkembang berbagai metode Pembelajaran yang dikatakan dapat mempercepat penerimaan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Metode-metode tersebut antara lain : Metode Ceramah, Metode Diskusi, Metode Demonstrasi, Metode Penugasan, Metode Eksperimen dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Metode Demonstrasi
2. Bagaimana langkah-langkah penggunaan metode demonstrasi
3. Kelemahan dan keuntungan metode demonstrasi
4. Bagaimana cara mengatasi kelemahan metode demonstrasi
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Pengertian Metode Demonstrasi
2. Untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan metode demonstrasi
3. Untuk mengetahui Kelemahan dan keuntungan metode demonstrasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertujukkankepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara liasan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung kebrhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian Metode Demonstrasi, antara lain :
 Metode Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran (Syaiful Bahri Djamarah; 2000)
 Metode Demonstrasi adalah suatu cara/teknik mengajar yang mengkombinasikan lisan dengan suatu perbuatan dan alat-alat tertentu.
 Metode Demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik baik secara nyata maupun tiruannya
 Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah; 2000)

B. Langkah-Langkah Penggunaan Metode Demonstrasi.
1) Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:
 Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu.
 persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar langkah demonstrasi diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan.
 Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
2) Tahap Pelaksanaan
a) Langkah Pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
 Aturlah temat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memerhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
 Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
 Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b) Langkah pelaksanaan demonstrasi
 Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memerhatikan demonstrasi.
 Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan
 Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
 Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
c) Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
C. Kelemahan dan Kelebihan Metode Demonstrasi
Seperti pada metode yang lain, Metode Demonstrasi juga mempuyai kelebihan dan juga beberapa kekurangan berikut akan diuraikan satu persatu
1. Kelebihan/keuntungan yang ditawarkan Metode Demonstrasi antara lain :
a. Perhatian peserta didik dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh
Guru sehingga hal-hal yang penting dapat diamati seperlunya. Perhatian peserta didik
lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju pada hal-hal lain
b. Dapat membimbing peserta didik kearah berpikir yang sama dalam satu saluran
berpikir yang sama
c. Ekonomis dalam jam pelajaran disekolah karena materi yang memerlukan waktu yang
panjang dapat diperlihatkan melalui Demonstrasi dengan waktu yang relatif pendek
d. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca
didalam buku, karena peserta didik telah memperoleh gambaran yang jelas dari hasil
pengamatannya
e. Bila peserta didik turut aktif bereksperimen, maka peserta didik akan memperoleh
pengalaman-pengalaman langsung untuk mengembangkan kecakapannya
f. Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri peserta didik dapat
dijawab waktu mengamati proses Demonstrasi/Eksperimen
2. Kelemahan/Kekurangan dari Metode Demonstrasi antara lain :
a. Daya tangkap setiap peserta didik berbeda, sehingga Guru harus mengulang-ulang
suatu bagian yang sama agar peserta didik dapat mengikuti pelajaran
b. Waktu yang diperlukan untuk proses belajar mengajar akan lebih lama dibandingkan
dengan Metode ceramah
c. Untuk melakukan Demonstrasi diperlukan peralatan khusus dan apabila terjadi
kekurangan peralatan, Metode Demonstrasi menjadi kurang efesien
d. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli peralatan dan bahan
e. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit
f. Apabila peserta didik tidak aktif maka Metode Demonstrasi menjadi tidak efektif
g. Kadang-kadang peserta didik melihat suatu proses yang didemonstrasikan berbeda
dengan proses yang sebenarnya
D. Cara Mengatasi Kelemahan Metode Demonstrasi
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan Guru untuk mengurangi kelemahan dari Metode Demonstrasi tersebut, diantaranya :
a. Menentukan hasil yang ingin dicapai dalam jam pelajaran/pertemuan tersebut
b. Mengarahkan Demonstrasi tersebut sedemikian rupa sehingga peserta didik
memperoleh pengertian dan gambaran yang benar, pembentukan sikap serta
kecakapan praktis
c. Memilih dan mengumpulkan alat-alat Demonstrasi yang akan dilaksanakan
d. Mengusahakan agar seluruh peserta didik dapat mengikuti pelaksanaan Demonstrasi
sehingga mereka memperoleh pengertian dan pemahaman yang sama
e. Memberikan pengertian yang sejelas-jelasnya tentang landasan teori dari topik yang
didemonstrasikan
f. Mendemonstrasikan hal-hal yang bersifat praktis dan berguna dalam kehidupan
sehari-hari
g. Menetapkan garis besar langkah-langkah Demonstrasi yang dilaksanakan dan
mengadakan Try Out (uji coba) sebelum mengadakan Demonstrasi sehingga dalam
pelaksanaannya tepat sasaran dan lebih efisien

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dapat dikatakan bahwa Metode Demonstrasi adalah suatu metode mengajar yang dilakukan dengan menggunakan alat peraga dan disertai dengan teorinya untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan berlangsungnya suatu proses kepada peserta didik. Metode Demonstrasi adalah sebuah metode yang bersifat Ekspositori/Metode belajar yang bersifat memberi dan menerima (dalam hal ini nara sumber memberi ilmu kepada audiens). Metode ini cukup efektif karena membantu para peserta didik untuk memperoleh jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu, dimana keaktifan biasanya lebih banyak dari pihak Guru/Nara sumber.
B.Kritik dan Saran
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan dalam makalah ini oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari kalangan pembaca demi perbaikan penulisan makalah kami selanjutnya

DAFTAR PUSTAKA

Stiebanten.Blogspot.Com/2011/6 Pengertian arti metode demonstrasi.html
Rumah desa koe/ Blogspot.com?2011/05 model pembelajaran numbered heads together.html